Motivasi Menulis Buku

Silakan ketik kata kunci

Motivasi Menulis Buku


Oleh Suyanik Maya 

Motivasi memiliki peran sangat penting dalam melakukan segala sesuatu. Contohnya saja kita ingin jadi penulis. Apa yang memotivasi menjadi penulis?

Sejak kecil saya senang sekali dengan buku-buku untuk saya baca. Setiap ada tulisan, tentu saya ingin membacanya. Rasa penasaran dan rasa ingin tahu menggebu-gebu.

Nenek saya adalah seorang pedagang. Menjual kebutuhan pokok yang berhubungan dengan dapur dan segala macamnya. Suatu ketika, saya ke rumah nenek. Saya melihat banyak tumpukan buku yang akan dibuat bungkus cabe, terasi, bumbu-bumbu, dan sejenisnya. Saya merasa sedih sekali karena buku yang masih bagus-bagus harus disobek-sobek dan dibuat bungkus terasi.

Tumpukan buku itu saya bolak-balik dan saya baca isinya. Ada beberapa buku yang saya sisihkan dan saya ambil untuk saya simpan. Sekiranya buku itu berguna untuk menunjang sekolah saya dan sebagai bahan bacaan yang menarik. Misalnya buku yang bertuliskan huruf Jawa atau hanacaraka. Saya suka sekali membaca buku yang bertuliskan huruf Jawa. Waktu ulangan bahasa Jawa di sekolah, saya selalu mendapatkan nilai yang terbaik di antara teman-teman saya. Yang kedua buku lagu-lagu nasional dan daerah. Setiap malam sebelum tidur saya menyanyikan lagu-lagu itu sampai tertidur pulas sehingga semua lagu-lagu itus aya hafal di luar kepala dengan sendirinya. Yang ketiga adalah buku tentang kewarganegaraan. Saat itu saya ingin tahu tentang ada apa di negara kita ini, karena dengan mengenal negara kita, semakin kita mencintai tanah air kita.

Untuk menjadi tahu segala sesuatu tidak hanya membaca buku saja, akan tetapi kita perlu untuk mencermati dan menganalisis serta menerapkan dalam kehidupan sehari- hari. Ini yang biasa disebut dengan literasi.

Kebiasaan saya dari kecil yang kadang selalu menjengkelkan orang tua saya, adalah selalu bertanya. Setiap yang saya lihat, saya rasakan, dan saya alami saya selalu ditanyakan.  Kebiasaan ini pun terbawa sampai ke bangku sekolah. Setiap hari saya selalu bertanya kepada guru pengajar saya. Setiap unek-unek yang ada selalu saya lepaskan dengan cara bertanya, baik kepada guru ataupun teman di sekolah. Setelah bertanya serasa plong hidup tanpa beban.

Setiap yang saya rasakan, bila tidak bisa saya utarakan dengan kata-kata saya tuliskan pada sebuah kertas. Terkadang bisa berupa puisi yang menyayat hati. Dengan lembaran-lembaran kertas sebagai wahana menorehkan segala gejolak yang ada serta tak lupa bermunajat kepada-Nya untuk menyerahkan segala ketentuan yang sudah diberikan. Hidup ini terasa enjoy  bila kita berserah kepada yang Mahakuasa.

Sejak kecil saya terinspirasi ingin menjadi penulis hebat seperti Buya Hamka. Setiap karyanya selalu berguna dari masa ke masa. Yang selalu mengukir peradaban dengan pemikirannya yang sangat cemerlang. Mencerdaskan setiap insan, menjadikan orang-orang yang beradab.

Semenjak sekolah dasar saya senang meluangkan waktu ke perpustakaan, walaupun sekadar bolak-balik buku dan mencari-cari buku yang sekiranya menarik untuk saya pinjam dan saya bawa pulang. Setiap ada keramaian, yang nomor satu saya lirik adalah penjual buku. Kadang kala ingin sekali memiliki buku tapi uang untuk beli tidak cukup, jadi saya hanya baca-baca saja di tempat.

*Penulis adalah anggota #60HMB SMILE Batch 4
SmileShare @RafifAmirAhnaf @rafif_amir
Cancel