Tentang Rectoverso dan SMILE

Silakan ketik kata kunci

Tentang Rectoverso dan SMILE


Oleh Fie Tha* 

Saya sudah mengenal buku "Rectoverso" sudah sangat lama. Sejak saya berumah tangga, buku inilah satu-satu nya yang saya miliki. Hobi saya memang membaca, dan itu berbarengan dengan hobi saya yang lain: menulis. Dulu, ketika saya masih sekolah, saya selalu membaca cerita-cerita yang mengasyikkan. Empat Sekawan, Bobo, Majalah Annida dan beberapa lainnya, saya lupa. Bahkan, sampai saya menjadi seorang mahasiswi, saya masih suka membaca komik Detective Conan. Ceritanya seru banget kan?

Mengenai buku Rectoverso, yang saya beli pada tahun 2008, merupakan sebuah "ramuan" pas dan seimbang antara profesionalisme, persahabatan, dan talenta yang dimiliki oleh penulisnya. Sekaligus sebagai buku mahakarya yang berawal dari proses kreatif sebuah lagu, yang dibuat di tahun 2006 yang berjudul "Hanya Isyarat" dan kemudian dibuat versi cerpen. Di mana kedua karya tersebut hadir untuk saling melengkapi. Sekaligus juga bisa dinikmati sebagai dua karya yang terpisah. Begitulah buku ini dibuat. Selain bercerita lewat cerpen, juga lewat bait-bait syair lagu yang sangat indah. Buku ini ditulis oleh Dewi Lestari yang memakai nama pena "Dee", di mana pada akhirnya nama inilah yang menginspirasi saya, sehingga saya juga memiliki nama pena, yaitu "Fie".

Ada 11 kisah cerita dalam buku ini. Dan Dee menceritakannya dengan begitu apik dan mendetail. Kata-kata yang digunakan lebih banyak memakai diksi, yang tentu saja sangat berkualitas. Dan bagi saya, begitu indah dan merasuk kalbu.

Kisah dalam ceritanya juga mengandung banyak makna dalam hidup. Dan saya paling suka dengan cerita "Cicak di Dinding". Cerita yang sangat sederhana tentang cinta pada pandangan pertama. Dan cinta  itu tak sampai. Cinta yang tak pernah diucapkan. Akhirnya berpisah begitu saja.

Bagi Dee, ini adalah karya kedua yang pembuatannya melibatkan banyak musisi di dalamnya. Setelah berhasil menjadikan buku pertamanya "Supernova" menjadi best seller di pasaran. Ada juga tentang kisah "Malaikat Juga Tahu", di mana lagunya saat itu melejit pada masanya. Lagu yang juga sempat dipopulerkan oleh mendiang Glenn Fredly.

Rectoverso, buku yang menginspirasi saya untuk kembali menulis, setelah vakum sekian lama. Bahkan, otak saya juga sudah tumpul. Tapi semangat untuk menulis, alhamdulilah kembali berkobar.

Saat itu, pada saat saya benar-benar terpuruk, seorang teman memberikan saya semangat, bahwa saya bisa dan mampu untuk kembali menulis. Mengembangkan potensi yang ada pada diri saya. Potensi yang telah diberikan Allah kepada saya. Terimakasih, Bunda Nafisah Amron, atas support, nasihat dan kebersamaan yang meskipun hanya lewat media sosial. Semoga Allah memberikan keberkahannya bagi kita.

Tentu saja, potensi saya harus diasah lebih dulu. Agar mampu menulis dengan bagus dan bisa disandingkan dengan penulis-penulis yang lain. Mengingat umur saya yang sudah tidak muda lagi. Dibarengi dengan kesibukan saya yang lain, ditambah lagi, menjadi seorang ibu untuk 3 anak laki-lakinya. Dan mereka juga masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Cita-cita saya kemudian adalah untuk bisa menerbitkan sebuah buku.

Setelah beberapa lama, saya melihat postingan teman saya, Almaidah Istibsyaroh, dia menyertakan banyak hastag dalam tulisannya. Akhirnya dia pun menceritakan tentang 60HMB dengan SMILE-nya. Saya pun tertarik untuk mengikutinya. Dan, jadilah saya salah satu peserta di SMILE Batch 4.

Dengan seorang mentor yang menurut saya juga kece banget, meskipun saya belum begitu mengenalnya. Tapi semoga saja, dia mentor yang terbaik pilihan saya, Kak Rafif Amir Ahnaf. Mohon bimbingan dan nasihat-nasihat-nya ya kak!

Dan saya juga bersyukur, bisa dipertemukan dengan teman-teman saya yang hebat di Batch 4. Semoga kita selalu bisa saling memberikan inspirasi dan semangat.

*Peserta Batch 4, tinggal di Gresik
SmileShare @RafifAmirAhnaf @rafif_amir
Cancel