Writer's Block

Silakan ketik kata kunci

Writer's Block


Oleh Ziyah

Masih dengan gambar yang sama, namun dengan sudut pandang yang lain.

Hari pertama saat saya memasuki kelas SMILE, rasa ruwet dalam diri mulai menyelinap, dia datang layaknya tamu tak diundang. Mulai dari memahami ritme laporan tugas harian, sampai dengan menyiapakan beberapa hari ke depan hingga kelas selesai.

Angka 50 itu pun baru tertulis di laporan tugas saya di hari kedua. Awalnya saya masih nyantai dan leha-leha bak istirahat di taman, namun tiba-tiba target teman membangkitkan semangat ini.

Hari pertama tugas menulis, saya posting link FB tanpa list angka berapa tulisan yang susah saya ketik. Laporan itu pun tertolak, dan hari pertama saya dianggap absen nulis. Ok, no problem.

Saat itu tak ada rasa eman atau nyesel karena tak ada list, yang penting saya sudah belajar nulis hari itu. Namun seiring berjalannya waktu, ada rasa eman, kata yang terketik oleh jari lentik ini tak terekam jejaknya.

Diri ini memang masib jauh sekali dari pemahaman ilmu. Jadi, tak heran kalau saya harus selalu memikir keras untuk sekedar menggoreskan kata. Bukan hanya ilmu, ide pun kadang mampet di tengah jalan, atau istilah populernya "writer's block".

Beberapa ahli psikologi mengemukakan bahwa salah satu penyebab writer's block adalah kurangnya kreativitas dalam menuangkan ide. Alasannya, salah satu faktor yang menyebabkan itu adalah kelelahan dan butuh istirahat sejenak untuk me-refresh kembali otak.

Saya telisik, mungkin karena dampak diri ini yang kurang piknik yang kehidupannya beberapa waktu lalu hanya sekolah dan rumah. Rasa ingin menghirup udara yang berbeda pada sudut tempat yang berbeda, belum bisa aku rasakan. Keinginan untuk merasakan udara sejuk penggunungan Welirang dan Arjuno masih terselip di ujung doa, berharap pandemi ini segera berlalu dan bisa merasakan yang namanya "mudik"

Saat ini, saya menahan sepi di ujung rindu bertemu sanak saudara di sudut ruangan.

Ah, sudahlah.

Kembali pada pict yang ada, dari target baca 50 buku, baru ada 15 yang terseleksi dari rak buku. Beberapa ada buku yang belum terbuka, semoga ini bisa menambah semangat untuk memperkaya wawasan diri ini yang masih jauh dari ilmu pengetahuan. Unboxing. Horre!!

Untuk yang 35 entah tak tahu mencari di mana. Di rak buku yang ada di rumah atau di toko. Kadang mata ini sering ijo kalau lihat judul buku yang menarik hati.

Bismillah, bi idznillah, semoga dimudahkan oleh-Nya

*Peserta 60HMB Batch 4
SmileShare @RafifAmirAhnaf @rafif_amir
Cancel