Menulislah dengan Jiwa dan Hatimu

Silakan ketik kata kunci

Menulislah dengan Jiwa dan Hatimu


Oleh Ristiono 

"Mengaranglah dulu dengan Ilham. Tulis apa yang kau lihat, alami, baru kemudian kau lengkapi dengan bacaan." (Buya Hamka)

Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja, tak peduli tua muda. Selama ada pena dan tahu cara menggunakannya. Jadilah sebuah tulisan.

Lihatlah anak kecil jika sudah memegang pena dan kertas langsung beraksi dengan segudang kreasi.
Bahkan tembok rumah pun tak luput dari pelampiasan nafsu kreatifnya. Begitulah yang terjadi pada ketiga anak saya, bisa jadi begitu juga dengan kondisi teman-teman. Mereka (anak-anak) masih berada dalam tahap perkembangan, jadi wajar sisi kreatifitasnya sangat besar, tinggal dipoles dan diarahkan. Agar nantinya berkembang minat bakatnya dan bermanfaat bagi kehidupannya kelak setelah mereka dewasa.

Lalu bagaimana kaitan aktivitas menulis bagi orang dewasa? Bagi saya yang masih berjiwa muda (menolak tua, hehehe), aktivitas menulis bisa menjadi pelemas otak dikala stres melanda. Menulis juga bisa menjadi sarana saya menyampaikan opini pribadi, daripada terpendam di hati mending dibagi siapa tahu ada sesuatu yang bermanfaat. Bagaimana dengan Anda?

Di zaman modern seperti sekarang, media untuk menulis terbentang luas. Tidak terpaku hanya pada media koran dan majalah seperti tempoe doeloe.

Hari ini kita bisa menuangkan ide tulisan kita melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media lainnya.

 Kita bebas mengekspresikan ide pemikiran yang meliuk-liuk di otak untuk dituangkan dalam media tanpa terpaku pada waktu, tempat, dan setting tertentu. Gunakan semua indera yang kita miliki, karena dari situ ribuan bahkan jutaan ide akan bermunculan.

Rusydi Hamka, putra ke-2 dari Buya Hamka. Beliau menggambarkan sosok ayahnya dalam menulis, yang disampaikan dalam bukunya bahwa "daya ingat dan kesan dalam mata... Itulah kelebihan Buya Hamka, yang kemudian dia tuangkan dengan penanya, dalam mesin tik-nya. Menulis telah menyatu dengan jiwanya." (Buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka halaman: 68).

Ingatlah kita dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al- 'Alaq.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"
(QS. Al-'Alaq[96]:1)

Seorang penulis haruslah banyak membaca. Membaca alam semesta sebagai wujud keimanan pada sang Pencipta. Semakin banyak yang dibaca semakin banyak pula yang ditulis. Makin banyak tulisan makin banyak pula bacaannya.

Jadi mulailah menulis. Tulislah apapun yang terlintas dari jiwa dan hatimu. Selamat menulis!

SmileShare @RafifAmirAhnaf @rafif_amir
Cancel